1. Manfaat Model Cooperative Learning
Menurut Sri
Anitah W, dkk (2007:3.9) manfaat dari belajar kooperatif, diantaranya:
a.
Meningkatkan hasil belajar pembelajar.
b. Meningkatkan
hubungan antara kelompok, belajar kooperatif memberi kesempatan kesempatan
kepada setiap siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi
dengan teman satu tim untuk mencerna materi pelajaran.
c. Meningkatkan
rasa percaya diri dan motivasi
belajar, belajar kooperatif dapat membina sifat
kebersamaan, peduli satu sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai rasa
andil terhadap keberasilan tim.
d. Menumbuhkan
realisasi kebutuhan pembelajar untuk belajar berpikir, belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagi materi ajar,
seperti pemahaman yang rumit,
pelaksanaan kajian proyek ,dan
latihan memecahkan masalah.
e. Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan.
f. Meningkatkan
perilaku dan kehadiran di kelas.
g. Relatif murah
karena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya.
Sadker dan
Sadker (dalam Miftahul Huda, 2013:66) menjabarkan beberapa manfaat pembelajaran
kooperatif. Selain meningkatkan keterampilan kognitif dan afektif siswa,
pembelajaran kooperatif juga memberikan manfaat-manfaat besar lain, sebagai berikut:
a.
Siswa yang diajari dengan dan
dalam struktur-sruktur kooperatif akan memperoleh hasil pembelajaran yang lebih
tinggi; hal ini khususnya berlaku bagi siswa-siswa SD untuk mata pelajaran
matematika.
b.
Siswa yang berpartisipasi dalam
pembelajaran kooperatif akan memiliki sikap harga diri yang lebih tinggi dan
motivasi yang lebih besar untuk belajar.
c.
Dengan pembelajaran kooperatif,
siswa menjadi lebih peduli pada teman-temannya, dan diantara mereka akan
terbangun rasa ketergantungan yang positif (interpedensi positif) untuk proses
belajar nanti.
d.
Pembelajaran kooperatif
meningkatkan rasa penerimaan siswa terhadap teman-temannya yang berasal dari
latar belakang ras dan etnik yang berbeda-beda.
2. Tujuan Model Cooperative Learning
Model
pembelajaran kooperatif bertujuan agar terdapat efek (pengaruh) diluar
pembelajaran akademik, khususnya peningkatan penerimaan antar kelompok serta
keterampilan sosial dan keterampilan kelompok.
Menurut
Yatim Riyanto (2012:267) kategori tujuan dalam pembelajaran kooperatif adalah:
a.
Individual, keberhasilan seseorang
ditentukan oleh orang itu sendiri tidak dipengaruhi oleh orang lain.
b.
Kompetitif, keberhasilan seseorang
dicapai karena kegagalan orang lain (ada ketergantungan negatif).
c.
Kooperatif, keberhasilan seseorang
karena keberhasilan orang lain, orang tidak dapat mencapaikan keberhasilan
dengan sendirian.
Menurut
Muslimin Ibrahim dkk, (dalam Trianto, 2011:59) tujuan pembelajaran kooperatif
adalah:
a.
Hasil belajar akademik
Pembelajaran
kooperatif bertujuan meningkatkan kinerja siswa dalam melaksanakan tugas-tugas
akademik, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa
kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas
dalam kelompoknya masing-masing. Siswa kelompok atas akan menjadi pembimbing
siswa kelompok bawah.
b.
Penerimaan terhadap Perbedaan
Individu
Penerimaan yang luas
terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan,
maupun ketidakmampuan merupakan efek penting dari pembelajaran kooperatif.
Jadi, pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada siswa berbeda latar
belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain.
c.
Pengembangan Keterampilan Sosial
Strategi pembelajaran
kooperatif dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa. “Keterampilan sosial
yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif yaitu: berbagi tuga aktif bertanya,
mau menjelaskan ide/pendapat kelompok” (Ibrahim dkk, 2000:7).
Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembelajaran kooperatif selain untuk penyelesaian tugas-tugas
akademik yang dilakukan dengan saling bekerjasama, memunculkan tanggung jawab
individu dan kelompok, memunculkan motivasi belajar, menghargai pendapat orang
lain, dan dapat bersosialisasi dalam kelompok diskusi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar